Menu Navigasi

Desa Penepian Raya Adalah Desa Terpencil Dengan Potensi Alam Melimpah

Desa Penepian Raya  Adalah Desa Terpencil Dengan Potensi Alam Melimpah
Berita
2025-07-28 07:47:47
07:47:47
Oleh Admin

Desa Penepian Raya Adalah Desa Terpencil Dengan Potensi Alam Melimpah


Desa Penepian Raya adalah salah satu desa yang memiliki pontensi yang luar biasa di Kabupaten Kapuas Hulu. Aneka Ragam Kekayaan Sumberdaya Alam yang Tuhan ciptakan telah melimpah  ruah sehingga menjadi mata pencarian unggulan bagi masyarakat setempat. Hanya petikan lagu “Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupmu, tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu” yang dapat menggambarkan kekayaan alam yang terdapat di Desa Penepian Raya. Kekayaan  Alam tersebut berhasil menyita perhatian salah satu Tim Stasiun Televisi Nasional yaitu Krue  TV One. Meski dengan segala keterbatasan yang ada di Desa Penepian Raya seperti keterbatasan sarana prasarana, akses listrik dan internet namun tidak menyurutkan niat dari Krue TV One untuk mendatangi Desa Penepian Raya.

Desa Penepian Raya Merupakan salah satu desa yang keberadaannya cukup terpencil, dimana akses Listrik yang hanya bisa dinikmati  pada malam hari. Keterbatasan sarana prasarana sebagai penunjang ekonomi desa pun belum tersedia, bahkan akses komunikasi pun terbatas. Dari semua keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat  masyarakat untuk terus bergerak menjadi masyarakat mandiri dengan memanfaatkan fasilitas seadanya. Menurut Kepala Desa Penepian Raya, Bapak Rahmad Sarbaini, sebagian besar masyarakat bermata pencarian di sektor pertanian dan perikanan yang hasilnya di panen secara musiman. Meskipun  hanya dari pertanian dan perikanan, tetapi beberapa mata pencarian unggulan di Desa Penepian Raya mempunyai nilai ekonomi yang cukup fantastis.

Salah satu yang menjadi produk unggulan masyarakat adalah madu tikung. Madu tikung adalah madu yang sengaja dipelihara di alam liar. Eitts, tapi jangan salah meskipun dipelihara, madu tikung bukan bukan sembarang madu. Kualitas madu tikung hampir menyerupai madu lalau. Madu tikung adalah Pembuatan madu yang dilakukan dengan cara memelihara lebah dengan pembuatan sarang tradisional yang menggunakan bahan alam.  Tikung adalah dahan tiruan yang dibuat dari papan kayu tebal sebagai tempat lebah membangun sarang. Setelah membuat tikung, petani cukup pulang kerumah dan menunggu sampai waktu tertentu, biasanya sampai pada musim pohon-pohon  di sepanjang danau berbunga.  Lebah dengan sendirinya menghampiri tikung tersebut untuk membuat sarang dan membawa nektar alami dari alam.

Madu tikung merupakan madu alami yang harga jualnya di Kabupaten Kapuas Hulu sendiri dapat mencapai harga tertinggi sebesar Rp. 150.000,00 dan harga terendah ketika hasil panen melimpah kisaran Rp. 80.000,00 – Rp. 90.000,00. Hasil Panen Madu Tikung bisa mencapai puluhan kilo bahkan ratusan kilo dalam satu kali panen. Penen madu tikung ini sekitar dua kali panen dalam satu tahun. Bisa dibayangkan dong berapa banyak penghasilan peternak lebah ini tanpa modal yang besar.

Selain madu, sektor perikanan masih berperan penting dalam menopang perekonomian warga. Hampir setiap warga memiliki keramba ikan Toman (Channa Micropeltes). 1 keramba ikan terdapat ratusan maupun ribuan ekor ikan toman yang ketika panen bisa mencapai ratusan kilo bahkan tak jarang mencapai satu ton. Ikan ini berkisar sekitar harga Rp. 35.000,00 – Rp. 50.000,00 perkilonya. Berbeda dari beternak madu. Memelihara ikan toman harus diperhatikan sedemikian rupa, karena harus diberi umpan. Ikan toman ini biasanya laku keras pada saat tahun baru masehi. Selain itu dari sektor perikanan sendiri ada juga warga yang berprofesi sebagai nelayan yang menggatungkan hasilnya dari danau disekitaran Desa Penepian Raya.

Selain sebagai sumber mata pencarian bagi masyarakat salah satu danau di Desa Penepian Raya juga dijadikan Danau dan Hutan Lindung oleh Pemerintah Desa Penepian Raya. Danau Lindung tersebut dinamakan Danau dan Bukit Tang. Danau lindung ini juga dijadikan sebagai Eko Wisata  oleh Pemerintah Desa Penepian Raya. Tidak hanya hasil ikannya yang melimpah, keindahan alamnya pun menjadi sumber untuk memanjakan mata bagi para pencinta alam. Keberadaan Bukit yang ada ditengah danau juga menjadi ciri khas tersediri bagi danau lindung tersebut. Bukit tersebut juga dinamakan dengan Bukit Tang. Bukit dan Danau ini benar-benar masih asri. Hasil danau lindung tersebut menjadi salah satu Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dapat digunakan untuk membantu mensejahterakan masyarakat setempat. Oleh sebab itu Pemerintah Desa Bersama masyarakat berupaya terus menjaga kelestarian danau lindung tersebut sehingga terjaga keasliannya.

Selain dijual mentah, ikan yang didapat oleh nelayan tersebut juga banyak diolah oleh ibu-ibu jadi makanan olahan seperti Kerupuk Basah, Kerupuk Kering, Abon Ikan, Sosis dan Nugget. Menurut Ibu Surami salah satu pemilik UMKM yang bergerak dibidang olahan ikan tersebut, olahan ikan ini tidak hanya dipasarkan di kapuas hulu saja tetapi juga ke kabupaten lain seperti Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sintang. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM ( Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)  di Desa Penepian Raya sangat berperan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Meskipun kekayaan melimpah di Desa Penepian Raya, namun keterbatasan akses sarana prasarana, internet dan listrik masih menjadi hambatan terbesar bagi masyarakat seperti membuat harga ikan dan madu lebih murah dari daerah lain bahkan tak jarang mengalami kerugian  serta harga sembako yang melonjak tinggi. Menurut Heri Kusmita salah satu warga desa, kebutuhan hidup di desa ini semuanya tergolong mahal, hal ini disebabkan biaya angkut yang menggunakan speed boat sekitar satu jam. Oleh sebab itu Kepala Desa Penepian Raya, Bapak Rahmad Sarbaini berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan ketertinggalan yang ada di Desa Penepian Raya seperti akses jalan dan listrik. Beliau juga berharap agar pemerintah dapat membantu potensi-potensi ekonomi yang ada di Kapuas Hulu untuk go International. Sembako mahal akibat keterbatasan sarana prasana di kapuas hulu ini sebenarnya adalah hal yang cukup lumrah di kalangan masyarakat karena tidak hanya dialami oleh Desa Penepian Raya saja tetapi juga oleh desa- desa lain di Kabupaten Kapuas Hulu. Sehingga hal ini perlu menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Karena dengan adanya keterbatasan tersebut mau tak mau dan suka tidak suka telah menjadi batu sandungan bagi masyarakat untuk berkembang menjadi masyarakat madiri.